Sabtu, 27 Maret 2010

Pernahkah Anda membayangkan dengan menggunakan jari saja Anda bisa melakukan banyak hal? Anda bisa mengakses segala informasi, Anda bisa memfoto apa saja yang Anda mau, dan masih banyak lagi hanya dengan jari? Rasanya semuanya itu mustahil. Tapi di era sekarang ini, tidak ada yang mustahil. Semua bisa menjadi nyata.
Yak, sebuah penemuan baru bernama SIXTH SENSE TECHNOLOGY adalah jawabannya. Teknologi yang ditemukan oleh Pranav Mistry, seorang mahasiswa IIT India yang melanjutkan studi Master dan Ph.d di MIT USA. Melalui penemuannya ini, nama Pranav langsung dikenal di dunia luas dan dinobatkan sebagai tiga penemu terbaik di dunia dalam dekade ini. Suatu prestasi yang luar biasa.

Apa itu Sixth Sense Technology?

Sixth sense technology adalah sebuah teknologi yang bekerja dengan menggunakan gerak tangan dan jari sebagai input dalam mengakses dan berinteraksi dengan data informasi global. Data informasi ini sebelumnya telah tersimpan secara partial untuk setiap objek fisik yang ada di dunia ini. Alat ini terdiri dari sebuha proyektor saku, cermin, dan kamera.





Kinerja Sixth Sense Technology

Perangkat dari teknologi sixth sense terdiri dari proyektor mini, cermin, dan kamera serta marker (penanda) berwarna. Perangkat ini dapat dikalungkan. Baik proyektor maupun kamera dihubungkan dengan ‘laptop/PDA” mini. Proyektor akan ‘menembak’ ke permukaan dan objek fisik untuk kemudian oleh kamera mengenali serta mengamati gerakan tangan dan obyek fisik. Dengan teknik simple computer-vision, data informasi pergerakan dan formula marker
akan memproses data video stream yang diambil oleh kamera. Sementara kamare akan terus mengikuti jejak pergerakan marker (visual tracking fiducials) yang dipasang pada ujung 4 jari tangan.
Gerakan jari tangan (4 marker warna) dan formulasi/susunan tersebut lalu dibandingkan dengan informasi data yang tersimpan melalui simple computer-vision techniques, dan kemudian rangkain informasi yang diolah akan menjadi sumber input bagi ‘laptop/PDA” mini untuk mengambil kesimpulan. Kesimpulan ini lalu diproses dan outputnya akan ditampilkan melalui jendela proyektor mini.
Sampai saat ini, perangkat teknologi sixth sense baru dapat digunakan untuk aplikasi peta ’sixth-sense’, pengambaran, dan interaksi pada objek tertentu (seperti buku, koran, dinding tertentu). Dibidang peta, kita dapat menge-zoom-in dan zoom-out hanya dengan gerakan tangan pada peta digital tersebut. Dari gerakan 4 jari tangan yang bermarker tersebut, maka kamera akan mengirimin informasi dan memerintahkan komputer mengeluarkan output melalui proyektor mini. Begitu juga halnya dalam aplikasi gambar digital. Aplikasi lain adalah kemampuan memberi informasi lebih pada suatu objek yang sedang kita amati. Contohnya seperti pada gambar “isi koran” yang dapat memunculkan video yang berkaitan dengan isi koran tersebut. Dan terakhir adalah ketika tangan membuat lingkarnan pada pergelangan tangan, maka perangkat ini akan menampilan jam analog ‘ilusi’ pada pergelangan tangan.
Saat menggunakan SixthSense, Anda akan dikejutkan dengan banyak aplikasi yang tertanam di dalamnya, antara lain drawing application, draw icon, serta recognizes user's freehand gestures. Dengan aplikasi draw icon, pendeteksian simbol dapat diperoleh secara otomatis. Misalnya hanya dengan melukiskan simbol @, sistem akan langsung mengenali simbol tersebut sebagai sebuah perintah untuk mengakses email. Sementara kemampuan recognizes user's freehand gestures membuat segala perintah diinterpretasikan melalui posisi dan gerakan tubuh, tanpa harus menggerakan jari tangan.
Keseluruhan software yang tertanam pada SixthSense dilengkapi dengan program colored maker atau pemberi warna yang direkatkan pada keempat ujung jari-jari penggunanya. Mengapa demikian? Karena ujung jari pengguna tersebut yang nanti akan berfungsi menjadi pena. Setelah itu pesan berupa gambar diterjemahkan menggunakan bahasa komputer





Dampak, Kelebihan, serta Kekurangan Sixth Sense Technology

Teknologi sixth sense akan membuat kita semakin mudah mengarungi dunia tanpa batas. Dengan tingkat kenyamanan yang begitu tinggi terhadap teknologi ini, maka ketergantungan data informasi akan semakin besar. Dengan satu alat saja, kita bisa melakukan banyak sekali kegiatan. Segala macam informasi akan mudah didapat karena akses informasinya yang sangat mudah. Hal ini mengakibatkan si pengguna mempunyai pengetahuan yang luas.

Kelebihan Sixth Sense Technology
1. Pengguna tidak lagi harus membawa banyak alat dengan fungsi yang berbeda-beda
2. Pekerjaan akan selesai lebih cepat dengan sixth sense technology karena tidak ada lagi batas antara dunia maya dan dunia nyata
3. Pengguna bisa melakukan apa pun yang ia mau hanya dengan satu alat saja
4. Bisa dibawa kemana pun pengguna mau
5. Hanya dengan sekali sentuhan, teknologi ini langsung bekerja secara cepat sesuai dengan apa yang pengguna inginkan

Kekurangan Sixth Sense Technology
1. Ukurannya tergolong besar sehingga masih asing jika dibawa kemana-mana
2. Belum tersebar dengan luas terutama di negara yang masih tergolong negara berkembang
3. Teknologi ini terdiri dari beberapa keping alat yang dipasang ke tubuh, sehingga sedikit merepotkan dalam hal pemasangan alat tersebut

Tiga perubahan komunikasi setelah ditemukannya Sixth Sense Technology
  • Dari segi Interactivity
Yakni antar manusia dengan memakai alat. Sebagai contoh, ketika si pengguna ingin menelfon seseorang, angka-angka akan secara otomatis keluar dan dipancarkan di tangan sehingga kita bisa langsung menelfon tanpa lagi menggunakan handphone. Atau contoh lain, ketika si pengguna ingin mengirimkan email kepada seseorang, ia hanya menuliskan lambang @, sistem akan langsung mengakses email, sehingga pengguna bisa dengan mudah mengirimkan email. Kemudahan lainnya adalah ketika hendak mengirimkan sms, cukup tulis saja di kertas isi sms yang akan pengguna kirimkan, maka sms tersebut akan langsung sampai ke tujuan.
  • Dari segi Demassified
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tingkat kenyamanan yang begitu tinggi akan membuat ketergantungan data informasi akan semakin besar. Si pengguna bisa saja mengakses informasi apa saja yang ia inginkan tanpa ada batasan dari mana pun. Ketika si pengguna membaca koran, ia akan memilih sendiri berita mana yang akan ditampilkan dengan gambar dan video. Selain itu juga, si pengguna bisa memilih sendiri layar mana yang akan ia gunakan untuk mengakses segala sesuatu. Misal saja, ia menggunakan tembok yang tinggi sebagai layar untuk mengirimkan email, dan sebagainya.
  • Dari segi Asynchronous
Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah unsur keserempakan tidak lagi berlaku di era interaktif, di mana para pengguna dapat melakukan kegiatannya secara individual. Jika dikaitkan dengan teknologi sixth sense ini, hal ini sangat jelas terlihat. Sebagai contoh, ketika si pengguna hendak membeli sesuatu atau barang, maka alat ini secara otomatis akan mencari informasi tentang barang tersebut tanpa perlu bertanya ke orang lain. Hanya dengan melihat barang yang hendak dibeli tersebut, teknologi sixth sense akan mencari tahu sendiri benda apa yang pengguna sedang pegang dan ia akan mencari informasi lebih mengenai benda tersebut.

Berikut video dari sixth sense technology




oleh
Ruth Putryani Saragih
210110080093
Jurnalistik 08, FIKOM Unpad Bandung

8 komentar:

Tita Ristanto mengatakan...

wow nice post
saya tertarik dengan kalimat "Belum tersebar dengan luas terutama di negara yang masih tergolong negara berkembang" di bagian kelemahan.
nah yang ingin saya tanyakan,apakah dengan tersebarnya teknologi ini ke negara berkembang, seperti negara kita, akan menjadi kelebihan dan membawa dampak positif secara general?

hmm oke, secara individu mungkin ya
nah misal saya melihat realitas sekarang, akankah negara ini lagi-lagi menjadi pecandu instrumen-instrumen semacam itu?
coba seberapa kecanduannya kita (ya mungkin termasuk saya) terhadap produk bikinan mereka. Yang sering-sering aja deh, dari Beri Hitam, laptop bergambar buah, mesin fotokopi, kuda besi alias kendaraan bermotor sampaai gunting kuku, jarum pentul, dsb. yang berimplikasi ke tidak bisa berkembangnya instrumen-instrumen buatan negara kita alias bikin nggak akseptabel. Ya jelas akibatnya kita cuma bisa 'dicekoki' dan secara otomatis perekonomian melemah.
Nah intinya, dengan kondisi seperti sekarang, apakah instrumen Sixth Sense Technology tepat untuk dipasarkan/dicekoki ke negara kita, dilihat dari sudut pandang general khususnya perekonomian bangsa, aiss (kalau semisal alat ini dikomersilkan nantinya)?

Adrio Kusmareza mengatakan...

Masih terlihat ribet ya dengan kamera yang lumayan itu.
Agak norak bawa bling-bling itu.
Haha.
Tapi bagi mereka yang kaya Early Adopter amat sangat wajib.
Well, kita lihat apa perkembangan selanjutnya, moga-moga bisa lebih kecil.

Kunjungi juga http://giornalismo-online.blogspot.com/
Terimakasih.

Kacamata Jurnal mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
maria naomi mengatakan...

whew.. baru tau nih ada yang begini..
nice info gan..
kira2 kapan ya ada di Indonesia..??..

ruth.sinewsanchor mengatakan...

OH WOW. sama sekali ga pernah ada dipikiran yang kayak begini tau2 muncul aja di muka bumi
kapaan anak2 bangsa bisa membuat suatu penemuan2 secanggih ini dan akan dipakai oleh seluruh manusia di dunia. hohoho

...nezzie... mengatakan...

PENGEN NYOBA DEH ALATNYA.. tampak seruu... :D
tapi menurut gue emang kurang praktis kalo mau dipake, apalagi kalo mau beraktivitas di luar. harus nempelin alat2 ke tubuh itu... risih juga..

Anonim mengatakan...

suatu inovasi yang menakjubkan. keren.. kerenn

Kacamata Jurnal mengatakan...

saya rasa alat secanggih apa pun tidak menjadi masalah jika dipakai di negara mana pun termasuk di negara berkembang. dari fungsinya saja kita bisa melihat bahwa alat ini bisa membantu kita meringankan pekerjaan.
tidak dapat dihindari, perkembangan teknologi begitu pesat dan kita sebagai negara berkembang tetap bisa menikmatinya :)

Posting Komentar

 

Copyright 2010 Kacamata Jurnal.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates. | Distribution by Blogger Template Place